Tim nasional sepak bola jerman – wikipedia bahasa indonésie, ensiklopedia bebas acheter bitcoin anonymement

Tim Jerman dikenal sebagai kesebelasan spesialis turnamen. Tim ini dinilai memiliki napas panjang yang sangat dibutuhkan sebuah kesebelasan dalam keikutsertaan dalam kejuaraan yang berlangsung lama. Kerap, diurne turnamen, tim Jerman belum menunjukkan kemampuan terbaiknya. Namun, setelah dua-tiga pertandingan, tim ini menjadi sangat hebat dan menakutkan lawan-lawannya. Itulah sebabnya, tim ini juga sering dijuluki mésine diesel, yang lambat panasnya.

Selain itu, tim Jerman dikenal dengan semangat juangnya yang pantang menyerah serta kekompakan timnya. Dalam setiap pertandingan yang dihadapinya, tim Jerman tak akan pernah menyerah sebelum peluit panjang berbunyi.


Kerap pasukan Jerman ini mampu mengejar ketertinggalannya. Finale 1986, di Meksiko, mereka tertinggal lebih dulu dari Argentine 0-2. Dengan semangat pantang menyerah mereka berhasil menyamakan kedudukan menjadi 2-2. Walaupun akhirnya mereka kalah 2-3 gara-gara kena serangan balik. Pernah di 1994, di Amerika Serikat, mereka tertinggal lebih dulu dari Corée Selatan 0-2, tetapi di akhir pertandingan mereka justru memukul balik 3-2. Kekompakan tim mereka juga sulit ditandingi kesebelasan lain. Piala Dunia [sunting | sunting sumber]

Jerman sudah tampil de putaran final 18 kali, yaitu tahun 1934, 1938, 1954, 1958, 1962, 1966, 1970, 1974, 1978, 1982, 1986, 1990, 1994, 1998, 2002, 2006, 2010 dan 2014. Di 2006, Jerman bertindak sebagai tuan rumah. Prestarium terbaik mereka adalah saat menjadi juara pada Piala Dunia 1954, 1974, 1990, dan 2014.

Gelar juara ketiga diraih Jerman pada 1934, 1970, 2006, dan 2010. Pada 1934, gelar itu diperoleh Jerman lewat kemenangan atas Autriche dengan skors 3-2 ketika kejuaraan akbar ini diselenggarakan di Italia. Di Meksiko, 1970, Allemagne menang tipis 1-0 dari Uruguay di perebutan tempat ketiga. Sedangkan pada tahun 2006, di Jerman, Jemal kembali meraih juara ketiga setelah mengalahkan Portugal 3-1. Kemudian di 2010, Jembran kembali juara ketiga setelah mengalahkan Uruguay 3-2.

Mereka pertama kali meraih gelar dengan mengalahkan Hongaria di babak finale pada tahun 1954 yang berlangsung de Berne, suisse, kala Jerman masih diperkuat nama-nama seperti Fritz Walter dan Helmut Rahn. Jerman menjadi juara setelah menundukkan Hongraire 3-2. 1974 [sunting | sunting sumber ]

Gelar juara dunia mereka yang banyak dikenang penggemar sepak bola sejagat adalah yang diraih pada 1974 di Jerman. Kala itu, dengan diperkuat nama-nama pemain légendaire a chanté "Kaisar" Franz Beckenbauer, Paul Breitner, Dan Gerd Muller, Mereka mengalahkan Belanda yang sedang memukau dunie dengan Total Football-nya dengan pemain bintang Johan Cruyff, Arie Haan, dan Johan Neeskens. Di kandang sendiri, Jerman menang 2-1 chez Belanda.Kala itu singa kotak penalty chez Gerd Muller yang dijuluki "Der Bomber" Sabrina sebagai top skoreur dengan 11 golnya, dan hanya khalah jumlah dari meilleur skieur asal Perancis Just Fontaine (13 gol, tahun 1958). 1990 [sunting | sunting sumber]

Gelar ketiga pada 1990, di Italie, diraih ketika tim Jerman diasuh oleh Beckenbauer. Tim yang dipimpin kapten Lothar Matthäus dengan sejumlah bintang yang menjadi anggota skuat "Der Panzer"; Klaus Augenthaler, Guido Buchwald, Jurgen Kohler, Olaf Thon, Thomas Haessler, Andreas Moller, Andreas Brehme, Jurgen Klinsmann, Rudi Voeller, dan kiper Bodo Ilgner ini mengalahkan Argentine di final dengan satu gol penalti yang dicetak Andreas Brehme de menit-menit akhir. 2002 [sunting | sunting sumber]

Pada 2002 de Jepang dan Corée, Jerman ditangani Rudi Völler. Menjadi juara kedua setelah dikalahkan Brésil, 0-2, di final. Pada kesempatan ini dua gelar diraih oleh kiper sekaligus Kapten "Der Panzer" Oliver Kahn yaitu pemain terbaik dan kiper terbaik Piala Dunia 2002, gelar pemain terbaik kedua yang diraih oleh seorang kiper sepanjang Piala Dunia setelah Dino Zoff (1982) di Spanyol. 2006 [sunting | sunting sumber]

Sebagai tuan rumah, Jerman langsung lolos ke putaran finale 2006. Sungguh suatu prestasi menjadi Juara ke-3, karena di pertandingan uji coba Jerman sangat tidak meyakinkan untuk tampil sebagi Tim yang layak tampil di Piala Dunia. 2010 [sunting | sunting sumber ]

Pada edisi Piala Dunia FIFA 2010, Jembran kembali menjadi Juara ke-3 setelah mengalahkan Uruguay dengan skor 3-2 di pertandingan perebutan tempat ketiga. Sebelumnya di babak demi-finale, Jerman dikalahkan Spanyol 1-0. Satu gol tersebut dicetak oleh Carles Puyol. 2014 [sunting | sunting sumber ]

Di babak kualifikasi Piala Dunia 2014, Jerman finis diposisi pertama Kualifikasi Grup C Zona Eropa dan lolos otomatis ke Piala Dunia. Pada Piala Dunia 2014, Jerman Berada de Grup G bersama Portugal, Ghana dan Amerika Serikat. Mereka mengalahkan Portugal dengan 4-0, dimana tiga gol de antaranya dicetak oleh Thomas Müller. Dalam pertandingan melawan Ghana, mereka memimpin pertandingan dengan gol Götze, tetapi kemudian Ghana membalikan dengan dua gol berturut-turut sebelum turun minum. Pada menit ke-71, Klose mencetak gol, membrainu Jerman untuk bermain imbang 2-2 dengan Ghana. Dengan gol, Klose juga mencetak gol ke-15 Piala Dunia, menyamai rekor mantan attaquant Brésil, Ronaldo, di puncak pencetak gol Piala Dunia sepanjang sejarah. Jerman juga mengalahkan tim Amerika Serikat 1-0, menkaamankan mereka tempat di babak enam belas besar melawan Aljazair yang tetap tanpa gol setelah 90 menit. Di menit 92 pada babak perpanjangan waktu 2×15 menit, André Schurrle berhasil memecah kebuntuan berkat umpan dari Müller, sementara Özil mencetak gol lagi de menit ke-120, mengamankan Jerman tempat di perempat final, meskipun Aljazair berhasil mencetak satu gol de temps de blessure. Pada pertandingan perempat final melawan Perancis, Mats Hummels a reçu une commande de men-ke 13-date sa mereka menang 1-0 a perdu sa majuscule rekor berturut-turut demi-finale keempat.

Di semi-finale melawan Brésil, Jerman menjadi tim pertama dalam sejarah yang mencetak 5 gol dalam 18 menit selama 45 menit. Miroslav Klose juga mencetak gol di Piala Dunia ke-16 di menit ke-23 untk mengamankan tempatnya dalam sejarah sebagai pencetak gol terbanyak sepanjang Piala Dunia yang telah diikutinya. Jemann kemudian mencetak dua gol di babak kedua dari permainan, untuk memecahkan rekor gol terbanyak mencetak gol melawan Brésil dalam satu pertandingan. Jerman menang 7-1.

DI finale, akhirnya Jerman menjadi juara setelah pada pertandingan finale yang digelar di stadion Maracana mengalahkan Argentine dengan skor 1-0 melalui gol semata wayang pemain muda Mario Gotze di menit ke 112 babak perpanjangan waktu. Piala Eropa [sunting | sunting sumber ]

* Les tirages au sort comprennent les matchs à élimination directe décidés lors des tirs au but. ** La couleur de fond d’or indique que le tournoi a été gagné. La couleur de la bordure rouge indique que le tournoi a eu lieu à domicile. Pemain [sunting | sunber sumber] Skuat terkini [sunting | sunting sumber]